8.8.09

Anzac Day

Penulis: Sophia Andayani Razak
Domisili: Balikpapan, Kalimantan Timur
Blog:
www.kotasophie.blogspot.com

Semua orang tentunya mencintai kota kelahirannya, tidak terkecuali aku yang lahir dan dibesarkan di kota minyak Balikpapan. Diantara sejumlah tempat yang mengingatkan akan kota ini, terdapat satu tempat sederhana yang menurutku unik.

Sebuah tugu yang terletak di bundaran berdiameter sekitar tiga meter dikelilingi tanaman hias (entahlah tidak bisa dipastikan ukurannya seberapa..hehehe). Mereka menyebut tempat itu sebagai Tugu Australia, berbentuk seperti taman kecil yang berada di tengah jalan raya yang terletak di depan Lapangan Merdeka Balikpapan, sebuah sarana olahraga milik PT.Pertamina Balikpapan.

Secara historikal mungkin tidak memberi dampak bagi warga Balikpapan, tapi yang menarik di tugu ini adalah sebuah ritual tahunan yang dilakukan di tempat tersebut setiap tahun sekali, tepatnya setiap tanggal 24 April yang diperingati sebagai Anzac Day. Namanya memang cukup menarik bukan?


Dari kacamata masyarakat awam Balikpapan mungkin tidak terlalu dan mungkin tidak banyak yang tahu kenapa tugu kecil itu tetap dipertahankan disana bertahun-tahun. Dan untuk pertama kalinya secara kebetulan aku sedang berada di daerah sekitar Tugu Australi di pagi buta. Terlihat ada beberapa orang yang sedang melakukan persiapan untuk melakukan sebuah hajatan. Kursi-kursi disusun rapi, ada podium, dan jalur lalu lintas juga blokir untuk sesaat dari kejauhan juga terlihat sejumlah wartawan mulai berdatangan.

Tiba-tiba dua buah bus pariwisata datang dan ternyata para penumpang bus tersebut adalah para keluarga veteran yang datang khusus dari negeri Kangguru turun dari bus eksekutif itu dengan pakaian yang sangat formal dan aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan?

Aha! mereka akan melakukan upacara penghormatan terhadap leluhurnya para pejuang Australia yang gugur di medan perang saat melawan tentara Jepang di kota Balikpapan Upacara peringatan Anzac Day dilaksanakan tepat pukul 06.00 Wita, saat suling pagi dari kilang PT. Pertamina (Persero) Unit Pengolahan (UP) V mulai berbunyi.

Bule-bule Autralia yang tua dan muda, perempuan dan laki-laki bahkan ada yang juga masih keturunan Indonesia itu memakai pakaian yang formal dan duduk manis di kursi-kursi yang sudah diletakkan di depan tugu tersebut. Aku mengamati mereka bercakap-cakap, tertawa, melepas kerinduan dan ketika upacara berlangsung ekspresi mereka tiba-tiba berubah menjadi wajah-wajah yang sedih dan penuh bela sungkawa.

Hari Anzac merupakan peringatan atas gugurnya 229 tentara Australia, bertempur untuk membebaskan pulau Kalimantan dari pendudukan Jepang, yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun. Peristiwa yang terjadi pada tahun 1945 silam, dilakukan tentara Divisi ke-7 Autralia, merupakan operasi sekutu besar-besaran terakhir kali pada Perang Dunia Kedua. Balikpapan yang saat itu merupakan pelabuhan minyak utama di Asia Timur diserbu tentara Australia atas pendudukan Jepang. (sumber : Tribun Kaltim)

Tugu kecil yang dilengkapi dengan tiang bendera itu, sanggup menciptakan suasana emosional yang ada pada saat itu. Mungkin bagi mereka yang tidak pernah terlibat langsung tidak pernah tahu bagaimana cara mengenang perjuangan. Tapi menurutku ini sungguh luar biasa, mereka bersedia terbang jauh dari negaranya menuju kota Balikpapan.

Well….masyarakat Indonesia juga melakukan peringatan dan kunjungan ke Taman Makam Pahlawan setiap 10 November itu di sejumlah kota tapi tidak pernah sampai pergi ke luar negeri untuk mengenang hari bersejarah mereka, entahlah kalau memang ada dan saya tidak mengetahui hal itu. Tetapi ini yang salah satu ritual yang tidak aku mengerti dari kotaku Balikpapan.

Sehari setelah peringatan itu, aku kembali berdiri didepan tugu itu dan melihat memang tidak ada yang benar-benar istimewa dari sebuah Tugu Australia itu. Namun, ketika aku melihat kembali lebih jauh makna tugu itu, tidak hanya sebagai pelengkap kota saja, taman kecil yang mempercantik jalan tapi sesuatu penghargaan terhadap apa yang dilakukan orang-orang terdahulu.
Entah misi apa yang bisa dipertanggung jawabkan untuk sebuah tugu itu, tapi mungkin nilai perjuangan yang bisa diambil dari peringatan Anzac Day itulah yang ingin disampaikan oleh tugu kecil itu. Yang membuatku bertanya kembali, apa yang sudah aku perjuangkan hingga saat ini?

1 komentar:

  1. teman saya mau nulis judulnya semua tentang imajinasi. ini adalah imajinasi seorang pemuda yang mendambakan jalanan bebas polusi maka pemuda tadi berimajinasi membuat satu pt yang bernama pt jasa traveling syariah. dengan pt ini imajinasi pemuda tadi bisa menjadi kenyataan. amiin

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails