13.4.09

MAJA, Beribu Ruang Bermainku (Bagian 2)

Ditulis oleh Ana P. Dewiyana
Domisili: Maja, Majalengka (1977-1996), Bandung (1996- ...)
http://anapdewiyana.multiply.com
anapdewiyana77@gmail.com


Harta Karun yang Tak Terpendam

Waktu kecil, bagiku Maja, Majalengka seperti tempat penyimpanan harta karun yang berkilauan. Menggodaku untuk selalu berlarian, berteriak, bernyanyi, menari, dan tertawa dalam gelimangan permainan, bahan-bahan untuk bermain, ruang bermain, dan teman-teman bermain. Semua itu seperti tak ada habis-habisnya menawarkan kegembiraan.

Di tempat tersebut, aku dan teman-temanku dapat bebas bermain sepuasnya tanpa khawatir memikirkan untuk meminta uang pada orangtua guna membeli alat-alat untuk bermain atau minta dibelikan alat-alat permainannya. Sebab, semua bahan-bahan untuk bermain sudah tersedia di halaman rumah, pinggir jalan, kebun, sawah, kolam, sungai, hutan, pekuburan dan tempat lainnya. Hanya perlu sedikit sentuhan kreativitas untuk mengubah bahan-bahan itu jadi alat bermain sesuai yang kami butuhkan saat itu.

Tidak sulit untuk menciptakan berbagai kreasi alat permainan yang kami perlukan, sebab aku dan teman-temanku akan saling berbagi keterampilan. Keterampilan itu biasanya didapat dari warisan turun temurun, satu generasi ke generasi berikutnya.

Berikut permainan-permainan yang sering kami mainkan:

1. Pasar-pasaran (Sate-satean (penjual sate), babasaoan (penjual baso), minyak-minyakan (penjual minyak goreng), surabi-surabian (penjual surabi). Semua bahan-bahannya dapat kami temukan di kebun dan halaman rumah. Alat tukarnnya berupa uang-uangan daun jambu atau bekas bungkus permen)
2. Sorodot Gaplok (Alat permainannya batu berbentuk pipih)
3. Engklek (Engklek Mati Beli, Engklek Sepuluh (terdiri dari sepuluh kotak), Engklek Tiga Belas (terdiri dari tiga belas kotak), Engklek Payung (bentuknya seperti payung). Alat bermainnya genting dengan diameter 4-6 cm)
4. Entrengan (Alat permainannya: batu-batu kecil sebesar satu buku jari orang dewasa [kerikil])
5. Kotokan (Alat permainannya batu-batu: kecil sebesar satu buku jari orang dewasa [kerikil])
6. Lelempengan (Alat permainannya: batu-batu kecil [kerikil] dan potongan genting sebesar satu buku jari orang dewasa)
7. Dam-daman (Alat permainannya: batu-batu kecil [kerikil] dan potongan genting sebesar satu buku jari orang dewasa masing-masing sebanyak 16 butir)
8. Kasti (Alat permainannya: kayu dan bola kasti)
9. Boy-boyan
10. Sepak bola (Alat permainannya: bolanya pakai kantong plastik-plastik bekas yang dibentuk bundar)
11. Mobil-mobilan (Bahan-bahan dari bambu, bola plastik yang tidak terpakai, kulit jeruk bali, kayu)
12. Sekolah-sekolahan
13. Perang-perangan (Pistol atau senapannya dari kayu, bambu, tulang daun pisang)
14. Tampolong-tampolong
Lagu:
tampolong-tampolong
kumis kucing kumis merak
salah sahiji bray
15. Paciwit-ciwit Lutung
16. Pur Pur Sadapur
17. Naik Kereta Api
18. Oray-orayan (Ular-ularan)
19. Kemping (Tendanya dari karung terigu atau dari kain samping)
20. Kucing-kucingan
21. Bebentengan
22. Hayam-Heulang (Ayam-Elang)
23. Ambil-ambilan
24. Papangantenan
25. Ayun-ayunan (Ayunannnya dibuat dari ban bekas mobil/kain samping/karung terigu)
26. Ucing Sumput (Petak Umpet)
27. Rumah-rumahan (Bahan-bahan: pecahan kaca, pecahan marmer, kardus, tanah, batu, genting, kertas)
28. Anjang-anjangan
29. Drama
30. Boneka-bonekaan
31. Bikin kolam ikan (Bahan-bahan: bambu, plastik, air, dan impun)
32. Kincir (Bahan-bahannya dari daun nangka walanda [sirsak])
33. Wayang
34. Babajuan (Bahan-bahan: kain samping/sarung/kertas/kain perca)
35. Renang tempatnya di Ciminggir, Ciawi, dan Cilongkrang
36. Bola Voli
37. Badminton (Raketnya pakai kayu/piring seng, koknya dari plastik yang dibentuk bundar)
38. Tari tempurung (Bahan-bahan: batok kelapa yang berbentuk setengah lingkaran yang diberi rumbai-rumbai)
39. Drumband (Alat permainan: dengan baskom dan bilah bambu)
40. Lompat Tali: Simseu, Loncat Tinggi, Spintrong
41. Parengkep-rengkep Jengkol
42. Gagarudaan
43. Tebak-tebakan
44. Aja Pentrang Pentrung
45. Bikin patung dari taneuh porang (clay/tanah liat)
46. Bikin perahu: origami
47. Ngala papatong (berburu capung) (Alat penangkap capung dibuat dari plastik yang diikatkan ke bilah bambu)
48. Encrak
49. Congklak
50. Gatrik
Lagu:
Gatrik ala gatrik
Naga sari ri
Riwen nawen-nawen rokok bentul tul
Tulen nalen-nalen
Jadi enten ten
Tena bako tena
Bako sedeng deng
Dengklak dengklik menjadi kodok
51. Dongeng
52. Kolase dari jerami dan bulir padi atau biji saga
53. Tulup
54. Takol Kendi
55. Balap Kerupuk
56. Pacici Ccici Putri
Lagu:
Pacici cici putri
Serelek kembang celempung
Oleh-oleh mamanisan
Kalau mau kembang apa?
Ingin kembang ... (tanpa dilagukan)
Bu Nyai Bu Nyai si ...
Ingin kembang ...
57. Pepeletokan (Bahan-bahan: baun kembang kertas)
58. Teteleponan (Bahan-bahan: kaleng bekas susu cair dan benang untuk layangan)
59. Ucing Tidur
60. Menggambar di batu (Bahan-bahan: batu dan kapur berwarna)

2 komentar:

  1. kalo ga ga salah renangnya harusnya ditambahi renang juga di Cirumput...dan sungai-sungai itu sekarang sudah tidak nyaman untuk mandi..terutama di Cirumput dan Cilongkrang yang kebagian jadi tempat pembuangan sampah dari pasar maja selatan.. airnyapun tidak lagi sejernih sepuluh tahun yang lalu dan debitnya sepertinya berkurang.. desa maja dibagi dua maja selatan dan maja utara yang dibelah dua sungai kecil yakni Ciawai dan Cirumput yang berada di tengah dan Cilongkrang dan Cisaat termasuk sungai yang cukup besar di lingkar luarnya..sungai-sungai ini dahulu merupakan surga bagi pemancing ikan..dan surga bagi sero/berang-berang sungai...namun dijamin untuk masa sekarang mereka sulit untuk ditemukan... .desa maja juga diapit dua bukit..sebalah barat bukit bungur dan timur perbukitan gunungwangi..kawan-kawan yang sempat bermain ke Maja bisa menyempatkan diri pagi atau sore naik kedua bukit tersebut..wah pemandangannya luar biasa...kalo naik ke bukit bungur/pasir smp 1 maja..kawan-kawan bisa lihat desa maja dan bisa juga melihat pemandangan gunung Ciremai disebalah timur..sayang masa kecilku di Bukit bungur yang dahulu banyak burung puyuhnya sekarang sepertinya kita sudah tidak akan menemui burung puyuh berkeliaran disana..juga manuk kuntul..dan ada yang menarik desa maja memiliki lapangan sepakbola angkasa..sebab apa sebab lapangan sepakbola di desa maja berada di atas bukit bungur bersebelahan dengan SMP 1 Maja. (dulu lapangan sepakbola desa maja adalah alun-alun sekarang membelah jalan sampe halaman Masjid Syifaul Qulub tiang gawang sebelah barat berada tepat di halaman masjid dan tiang gawang sebalah timur berada di dekat tangga SDN 1 maja Selatan) sehingga kalo mau maen di sana jangan lupa bawa bola minimal 4 buah bola sebab kalo out harus ngambil ke bawah yang bisa memakan waktu lebih dari 5 menit naik-turun..tapi jangan salah Persib pernah bertandang ke sana untuk sebuah eksbisi dan promo klub lain yang pernah maen disana juga ada Bandung Raya dan Persebaya Surabaya, Niac Mitra Surabaya serta arseto solo.waktu itu Persija batal datang (sayang yah.

    BalasHapus
  2. Haha ... ya dulu renangnya di Cirumput, Cilongkrang, Ciminggir, dan Ciawi. Bukit Bungur, aduuuh kenangan terindah dengan kabut-kabutnya kalau musim penghujan :)

    Oiya, saya baru ingat lagi kalau lapangan sepak bola itu namanya Angkasa :)

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails