11.4.09

Kota Duri

Penulis: Jumria Rahman
Domisili: Duri, Bengkalis, Riau
http://ria.choosen.net/


Jalan Utama Di Duri - Jln Hang Tuah

Jalan Utama Di Duri - Jln Hang Tuah

Postingan ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya yang berjudul Kota Duri ditulis kurang lebih setahun yang lalu. Banyak banget perkembangan yang pesat di Kota ini, ya…walaupun tetap tidak ada Mall dan tidak ada bioskop…tetapi udah ada Ramayana kok (sejenis Depart Store gitu…hihihihihi :D ). Perkembangan yang paling mencolok di Duri adalah Jalan Utama yang dulunya seperti kubangan air dan lumpur sekarang berubah total menjadi ASPAL yang sangat mulus. Siapapun yang pernah bertandang ke Duri satu setengah tahun yang lalu (saat jalanan masih jelek2nya) pasti akan sangat kagum dengan perkembangan Kota Duri saat ini.

Perjuangan warga Duri untuk mendapatkan jalan yang mulus itu tidaklah mudah, masih banyak warga yang mengaku belum di bayarkan uang ganti rugi dari pelebaran jalannya. Bahkan di satu dan dua ruas jalan masih ada warga yang menutup jalan dengan alasan, tanah mereka belum di bayar oleh pemerintah setempat. Mungkin dilema juga ya, di satu sisi pemerintah benar bahwa ini adalah untuk kepentingan umum, tetapi di satu sisi warga juga berhak meminta ganti rugi karena tanah mereka di gusur (Tapi sudahlah diriku saat ini mau bercerita tentang kota Duri dari setahun yang lalu dan bukan tentang penggusuran tanah).

duri5 duri7

duri6 duri2

Jalan Hang Tuah, Hotel Gran Zuri danHotel Enggriani

Perbaikan jalan di Duri diikuti pula dengan penambahan fasilitas misalnya, lampu jalan *yang sumpah dulu gak ada…* dimana satu setengah tahun yang lalu apabila kita berjalan-jalan lebih dari jam 7 malah sepertinya sedang berjalan menyusuri kota mati. Tidak dipungkiri bahwa pemerintah setempat berhasil mengangkat taraf kehidupan warganya dengan simple yaitu perbaikan jalan raya, karena dengan bagusnya jalan utama terutama Jl. Hang Tua warga yang tinggal dikanan kiri jalan tersebut kini bisa membuat kios dan warung2 untuk menambah penghasilan mereka dan tentunya lebih menyemarakkan Duri terutama di waktu malam.

Jalan Raya yang sangat terlihat perbedaannya adalah Jalan Hang Tuah setelah Simpang Pokok Jengkol (pertigaan ini dinamakan Pokok Jengkol karena konon katanya di pertigaan ini dulu ada pohon jengkol yang sangat besar, sedangkan simpang adalah bahasa melayu yang apabila di bahasa indonesiakan artinya Tikungan). Sebelum jalan Hang Tuah ini di aspal (diperbaiki) dan di uruk, tidak kebayang berapa banyak Truk2 yang mengangkut kayu tertidur di jalanan ini (baca miring dan akhirnya kayu tumpangannya berseleweran di jalan) membuat lalu lintas jalan raya ini macet total, terkadang macetnya bisa dari Sebanga sampai Hang tuah (kurang lebih 5 - 10 km). Dan pastinya ini tidak hanya membuat kesal para pengguna jalan di Duri tetapi juga membuat kesal Bus2 listas dari Jakarta dan dari arah Aceh (Jalan Hang Tuah adalah salah satu jalan utama untuk lintas sumatera menuju Jakarta, Medan dan Aceh).

Selain jalan Utama yaitu Hang Tuah dan Sudirman (Jalan Sudirman ini adalah jalan yg ramai sekali, di pakai sebagai pusat kota, ada Pasar Mandau dan Ramayana yang sebelumnya diceritakan di atas…hehehehe… :P ) ada juga Jalan Mawar tempat berbagai warung makanan (baca surganya makanan Kota Duri), di Jalan Mawar inilah ketika malam tiba banyak sekali warga yang hilir mudik, dari yang mulai hanya sekedar ngeceng (untuk yang muda2), mencari tempat makanan dan belanja. Beberapa tempat makan dan nongkrongnya warga antara lain; ada Bakmie Cah Eko, Steak Kampung, Jagung bakar Eling, Rumah makan Miroso, Sop Tunjang Champion dll.

Kota Duri ini berada didalam sebuah kecamatan (catet ya KECAMATAN) dan ajaibnya sangat luas sebagai kecamatan, dan berpenghasilan sangat besar di banding kecamatan-kecamaatan lain di wilayah Riau bahkan dibandingkan dengan kecamatan lain di Indonesia. Kecamatan Mandau Aka Kota Duri merupakan salah satu kecamatan terkaya di Indonesia, menghasilkan minyak bumi dan minyak sawit **Atas dan bawah Minyak…keren yak** . Duri juga merupakan kontributor pajak yang paling menunjang untuk Kabupaten Bengkalis karena itulah Bengkalis menolak mentah2 ketika Kecamatan Mandau ini menginginkan berdiri sendiri, tidak hanya dari ribuan pegawai kontraktor Chevron dan pegawai Chevron sendiri tetapi terutama dari puluhan Expatria yang bekerja di Duri. Saat ini pengeboran minyak bumi masih kerjasama antara PT. Chevron Pacific Indonesia dan BP Migas, serta ratusan kontraktor sebut saja; Tripatra-Fluor, Slumberge, Haliburton, Truba Jaya, Adikarya, Multi Structure, BRE dan masih banyak lagi kontraktor serta sub kontraktor lainnya.

PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) sendiri, memiliki kompleks hunian pegawainya yang di lengkapi berbagai macam fasilitas mulai dari Sekolah, tempat ibadah, pasar, sarana olah raga sampai dengan kantin yang tentunya hanya di peruntukkan bagi pegawai CPI saja…yang lain gak boleh :P . Didalam Kompleks CPI ini juga terdapat beberapa kantor yang difungsikan sebagai kantor administrasi, kalau di Ladang Minyak (Duri Field) itu untuk orang-orang yang kerja di lapangan, kalau di Kompleks ini biasanya di pakai untuk administrasi dan pengolahan data yang dipakai untuk mendukung pekerjaan di Ladang Minyak.

Begitu banyaknya fasilitas yang melengkapi kompleks CPI dan mewahnya fasilitas-fasilitas tersebut tak jarang membuat kesenjangan sosial antara warga yang bermukim di dalam kompleks dengan yang bermukin di luar kompleks. Bahkan warga yang bermukim di luar di wajibkan mempunyai izin (pass kendaraan bermotor seperti mobil dan motor) serta harus mematuhi semua aturan yang di wajibkan..hehehe..dan gak sering membuat main set bahwa orang-orang yang tinggal di dalam kompleks tersebut orang-orang gedongan, ekslusif dan terpelajar (jadi inget buku laskar pelaginya Andrea Hirata yang bercerita tentang PT Timah dan penduduk setempat, ya kira2 begitulah gambarannya). Bagi pegawai CPI yang sudah berkeluarga memang diberikan fasilitas perumahan yang lumayan mewah beserta perabotannya ( kulkas, kompor, tempat tidur, meja, kursi dll ), ada juga fasilitas angkutan umum yang khusus untuk lalu lalang di dalam kompleks (mereka menyebutnya taxi).

Postingan ini seharusnya melengkapi postingan sebelumnya, tetapi belum lengkap sepertinya hehehehe :D . Masih banyak hal yang bisa di ulas Tentang Kota Duri…mungkin nanti ketika mood menulis tentang Duri kembali, diriku akan mengulas mengenai wisata kuliner di Duri, Ladan Minyak Duri dan bagaimana fasilitas pendidikan dikota ini.

Sebelumnya mohon maaf apabila foto-foto yang ada dalam postingan ini kurang bagus, maklum hanya di ambil menggunakan kamera HP Motorola L6 milikku :D dan sampai disini dulu ulasan mengenai Kota Duri kali ini….maaf juga karena postingan ini panjang banget…hehehehehe

Bagaimana dengan kota tempat tinggalmu sekarang?? terutama untuk sahabat yang tinggal di pelosok daerah, cerita2 dong tentang kotamu :) **

*****

Mau lebih jelas fotonya, diklik aja ya ;) Mau lihat postingan ini dengan foto lebih banyak, silahkan klik link di bawah ini.

Postingan ini di posting ulang dari Blog: The Story of Ria "Kota Duri (2), 10 April 2009

5 komentar:

  1. Salam kenal ja deh,dari http://anak-duri.blogspot.com

    BalasHapus
  2. keren~

    jarang2 ada yg nge-bahas kota Duri seperti ini :)

    BalasHapus
  3. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails